juliaalela

Rezeki

In Uncategorized on 15 Agustus 2013 at 9:43 am

Ya Allah, aku tahu pintu rizkiMu datang dari mana saja, bahkan lewat jalan yang tak seorangpun menduga. 

Maka ridhoi setiap langkah, setiap gerak, setiap fikir dan setiap doa yang terpanjat. Limpahkan rizkiMu yang luas dan berkah. Aku tahu janjiMu tak akan pernah keliru, membuka deretan pintu rizki yang banyak itu kepada sejoli hambaMu yang bersatu dalam kumpulan doa banyak Malaikat. 

Bismillah.

Iklan

Doa

In Uncategorized on 19 Juni 2013 at 7:23 am

Hai, tiba-tiba ada rasa menyeruak untuk kembali hadir di sini. Ada kalanya kita memang harus merekam memori lewat kata. Ternyata bisa jadi tempat mengenang yang ajaib. Siapa yang tahu mungkin 5 tahun lagi aku akan punya suatu kesempatan membaca semua yang tertuang di sini dan menorehkan banyak senyum dan sedikit getir dari kisah yang sudah.

Ah, aku tak tahu sebelumnya kalau ternyata kekuatan doa bisa sedahsyat ini. Aku tak tahu sebelumnya kalau kekuatan sabar bisa sekeren ini. Tapi aku memang pernah tahu, hati yang keras sewaktu-waktu bisa saja melunak dengan cara apapun. Dan semuanya seketika terasa di depan mata.

Jadi, waktu menjawab, kita berdoa, semoga mimpi terlaksana. Sampai berjumpa di bulan penuh malaikat yang akan banyak turun dan ikut mendoakan kita.

I love you as always.

Mimpi

In Uncategorized on 13 Juni 2012 at 9:47 am

Ada yang bilang, tak punya mimpi sama dengan merencanakan kegagalan. Walaupun, menurutku sih, tak semua mimpi itu bisa terwujud. Tapi dengan mimpi, paling tidak kita punya segudang rencana untuk meraihnya. Paling tidak, dengan mimpi banyak rencana dibangun, banyak harapan ditanam.

Katamu, mimpi kita sudah semakin dekat. Ah, memang. Setiap jam yang terlewat, maka waktu semakin mendekatkan kita dengan rencana dan harapan yang sudah disusun. Kamu tahu, rasanya semakin membuncah, naik, naik, terus naik. Kalau katanya kejarlah mimpi setinggi langit, aku sudah sangat tinggi, bukan aku saja sepertinya. Ya, kita. Sebentar lagi sampai langit!

Tapi, kalau ternyata terbangun dan itu cuma bunga tidur, pasti sakit sekali ya jika terjatuh 😦
Jadi, bagaimana sebaiknya mengelola mimpi? Aku percaya Tuhan memberikan bukan saja apa yang kita ingin, tapi lebih kepada apa yang kita butuh. Kalau ternyata mimpiku ke depan bukan kamu, berarti aku bukanlah yang kamu butuhkan. Ah, sedihnya.

Tapi, Tuhan pasti melihat usaha kita, bukan? Dia sudah berjanji akan merubah nasib kaumnya jika kita berusaha untuk memperbaiki diri. Ah, lagi-lagi bermain tebak-tebakan dengan waktu.

Biarkan saja, aku menikmatinya. Aku menjalaninya dengan penuh suka cita. Biarkan Tuhan mengatur segalanya, kita sudah menyiapkan rencana. Jika berkah, aku akan menjadi yang pertama kali ditemui ketika kamu buka mata di pagi hari.