Tak ada yang lebih menyenangkan selain bertukar pikiran denganmu. Di belakang kemudimu kemarin pagi, tentu sembari memeluk erat lingkar perutmu yang sepertinya sedikit menggendut, tiba-tiba, entah siapa yang memulai, kita mulai berbicara tentang yang-akan-datang. Katakan saja lulus dan bekerja selanjutnya. Ada yang bisa menebak waktu? Ah, lagi-lagi waktu.
Ada rasa yang sepertinya ingin menyeruak.Bagaimana kalau begini? bagaimana kalo begitu? kalau begini dan begitu? Jadi kita sekarang masih meraba-raba yang-akan-datang itu. Apa waktu juga akan dengan tiba-tiba membuat kita mengenal jarak? Jika dibayangkan sungguh mengerikan. Jika dilakukan, aku tak tahu akan seperti apa nyatanya.
Apa yang aku khawatirkan? kamu, tentu saja, dan aku sendiri, sudah pasti.
Kata orang, dan aku yakin kata Tuhan juga, jodoh tak kan lari kemana. Jadi, di manapun yang-akan-datang nanti, ingat aku pernah menulis ini.
Subuh,
Kos Puri Suflin.